Kamis, 16 Oktober 2014

Desa Kedungputri Ngisor

KEDUNG PUTRI PARON NGAWI

Keadaan Geografis Desa Kedung PutriDesa Kedung Putri adalah sebuah desa di wilayahKecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Provinsi JawaTimur. Desa ini diketuai oleh seorang kepala desa.Keadaan geografis desa ini tergolong subur. Mayoritaswarga desa ini bermata pencaharian sebagai petani.Desa kedung putri terbagi mejadi beberapa dusunyangtiap dusunnya dipimpin oleh seorang ketua RT. Dusuntersebut antara lain:• Dusun Krajan• Dusun Kesongo• Dusun Kedung Maron• Dusun NgisorDesa Kedung Putri dibatasi oleh desa-desa tetangga,antara lain:• Sebelah utara berbatasan dengan desa Tempuran• Sebelah selatan berbatasan dengan desa Guyung• Sebelah timur berbatasan dengan desa Tepas• Sebelah barat berbatasan dengan desa SemenSebagian besar masyarakat desa Kedung Putrimengandalkan hidup mereka pada hasil pertanian.karena sebagian dari mereka mempunyai tanahgarapan yang cukup luas. Tanah tersebut biasanyaditanami padi, tapi ada juga tanah warga yang ditanamitanaman melon. Mereka dapat memanen hasil tanahmereka tiga kali dalam satu tahun. Hasil dari panentersebut sebagian dijual dan sebagian lagi disimpanuntuk cadangan makanan mereka. Desa Kedung Putrisudah menetapkan uang sebagai alat pembayaran yangsah, namun juga tidak jarang diantara mereka yangmenetapkan system barter (tukar menukar antarabarang dengan barang) dalam transaksi mereka.Karena nereka dapat menuai hasil panen merekaselama setahun tiga kali, maka setiap tahunnyamasyarakat desa Kedung Putri selalu mengadakan seatuacara sedekah bumi yang diramaikan denganpertunjukan wayang krucil. Pertunjukan tersebut selaludiadakan setelah upacara selamatan yang diadakan dipagi harinya, kemudian setelah selesai upacaraselamatan barulah pertunjukan wayang krucildiadakan.Gambaran Latar Belakang Sosial ObyekDusun Ngisor desa Kedung Putri merupakan suatudaerah yang secara geografis kurang strategis. Hal inidapat dilihat dari letaknya yang jauh dari kotakecamatan dan minimnya sarana untuk menuju kekota. Namun, walaupun begitu dusun Ngisor ungguldalam hasil pertaniannya. Berbagai hasil pertanianmulai dari padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat,kedelai, melon, dll banyak terdapat di dusun ini. Dalamsatu tahun masyarakat dusun Ngisor dapat memanenhasil pertaniannya tiga kali. Maka dari itu masyarakatdusun Ngisor selalu berterimakasih atas apa yang telahdidapatnya dengan cara mengadakan upacara bersihdesa atau upacara sedekah bumi atau nyadran yangdiadakan setiap tahun sekali, setiap bulan Ruwah ataubulan Sya’ban dan selalu bertepatan dengan hariJum’at Pahing. Masyarakat dusun Ngisor memilih hariJum’at Pahing karena pada hari itu adalah harikelahiran Mbah Jayeng (orang yang melakukan babaddesa kedung putri atau orang pertama yang menempatidesa Kedung Putri). Dan berbicara mengenai kesenianwayang krucil yang selalu dipentaskan setiap kalimasyarakat dusun Ngisor mengadakan upacaranyadran adalah karena mayoritas masyarakat dusunNgisor percaya bahwa kesenian wayang krucil adalahsalah satu kesenian yang paling disukai oleh mbahJayeng.Sehubungan dengan desa Kedung Putri, ada sejarahyang cukup menarik mengenai asal muasal terjadinyadesa Kedung Putri. Kata “Kedung Putri” berasal daridua gabungan kata yakni “kedung” yang berarti bagiansungai yang sangat dalam dan “putri” yang mempunyaiarti seorang wanita cantik keturunan raja atau seorangwanita anak raja. Dinamakan desa Kedung Putri karenamenurut mitos, jaman dulu ada seorang putri raja yangdikejar oleh seorang pangeran jahat yang hendakmempersuntingnya, namun sang putri tidak maumenerima pinangan sang pangeran. Kemudian sangputri melarikan diri dan menceburkan diri ke dalamsungai yang dalam “kedung” dan setelah itu sang putritidak diketahui keberadaannya. Demikian pula dengankata “ngisor” yang dalam bahas jawa berarti bawahatau yang berada di bawah. Jadi ngisor adalah bagiankedung yang berada dibawah.Gambaran Tentang Fenomena yang TerjadiUpacara nyadran yang diadakan setiap tahun olehmasyarakat dusun Ngisor adalah sebagai salah satubentuk rasa syukur masyarakat atas apa yang telahdiperolehnya selama setahun. Upacara ini jugamempunyai maksud dan tujuan untuk mengusir bala(mala petaka) yang melanda desa. Upacara ini diadakandisebuah tempat keramat yang dinamakan “punden”yang berada di bagian timur dusun. Upacara ini diawalidengan acara selamatan yang dipimpin oleh seorangmodin. Lalu setelah pak modin selesai membaca do’aacara dilanjutkan dengan bagi-bagi berkat, pembagianberkat ini berupa tukar menukar ambeng (makananyang umumnya terdiri dari nasi kuning, telur dadar,ayam, mie goreng, dan kering yang diletakkan dalam“encek” yaitu sebuah nampan atau wadah dari pelepahpohon pisang yang dibentuk persegi) yang tadinyasudah dibawa oleh warga. Dan setelah acarapembagian ambeng selesai acara kemudian dilanjutkandengan pementasan wayang krucil. Lakon yangbiasanya dibawakan pada acara ini adalah kisahDamarwulan dan Menakjinggo. Namun sekarang karenaperkembangan zaman judul dari pagelaran wayangkrucil tersebut bisa bervariasi, tergantung darikreativitas dalang dalam mengambil tema atau juduldari pagelaran wayang tersebut. Dalam memilih temadalang biasanya mengambil topik yang sedang menjadipembahasan hangat kaum mayoritas, misalnya saja jikaada topik yang sedang in (menjadi bahan yang hangatuntuk dibicarakan) adalah masalah korupsi bankcentury, maka dalang dengan kreativitasnya akanmemainkan lakon dengan tema yang senada, namundengan penyesuaian karakter watak wayang. Maka daripagelaran tersebut secara tidak langsung masyarakatdapat mengambil hikmah ataupun ajaran-ajarantentang apa itu korupsi ataupun tentang hal lain sesuaidengan lakon yang dimainkan oleh dalang. Setelahpagelaran wayang tersebut selesai biasanya acaradilanjutkan dengan pagelaran finansial masyarakatdusun Ngisor.Bentuk Upacara AdatUpacara adat ‘bersih desa’ oleh masyarakat dusunNgisor dilaksanakan pada hari Jum’at Pahing setiaptahun satu kali. Biasanya dilaksanakan pada bulanRuwah pada perhitungan jawa atau Sya’ban padaperhitungan komariyah. Upacara ini juga sebagaiperwujudan atas rasa syukur atas datangnya bulanramadhan. Upacara ini dimulai dengan membersihkandesa dan jalan-jalan desa secara bergotong-royong.Setelah acara pembersihan desa selesai kaum laki-lakimempersiapkan peralatan yang diperlukan untukpertunjukan wayang, sedangkan para ibu-ibu memasaksesajen untuk selamatan. Laki-laki mengambil gamelanyang disimpan dirumah tetua adat, dan juga mengambilkotak yang berisi wayang krucil. Perlu diketahui bahwakotak yang berisi wayang tersebut harus diangkatdengan tenaga menusia, apabila kotak tersebutdiangkat dengan tenaga mesin maka kotak wayangtersebut akan kembali ke tempat semula. Masyarakatdusun Ngisor percaya bahwa wayang krucil tersebutmasih mempunyai kekuatan mistik. Setelah selesaipertunjukan wayang krucil tersebut harus segeradikembalikan ke tempatnya dan juga harus diselimutikain mori (kain kafan). Setiap pekan sekali kain moritersebut harus diganti, tidak harus dengan kain moriyang baru, tapi harus dengan kain mori yang bersih.Setelah semua persiapan yang dilakukan oleh para laki-laki selesai, ibu-ibu atau anaknya mengantarkanambeng (sesajen yang ditempatkan di wadah yangterbuat dari pelepah pohon pisang berbentuk persegi).Sebelum pertunjukan wayang dilaksanakanm terlebihdahulu diadakan acara selamatan ‘tolak bala’ yangdipimpin oleh seorang tetua dusun. Sesajen tersebutdipersembahkan untuk Yang Maha Agung ataslimpahan rahmat dan juga berkah yang telahdilimpahkan selama setahun yang lalu. Kemudian,setelah acara selamatan selesai, barulah pertunjukanwayang krucil digelar dengan lakon yang sedangmenjadi pembicaraan hangat warga dusun.Pementasan wayang krucil menjadi adat turuntemurun warga dusun Ngisor saat bersih desa karenadipercaya bahwa Mbah Jayeng (danyang dusun Ngisor)suka dengan kesenian wayang krucil. Dan apabila padasaat bersih desa warga tidak mementaskan wayangkrucil maka Mbah Jayeng akan marah dan desa akanmendapat bencana atau desa akan dilanda penyakityang membahayakan. Setelah pertunjukan tersebutselesai biasanya acara dilanjutkan dengan ketoprakpada malam harinya. Tetapi karena masalah finansialwarga dusun Ngisor acara selesai pada saatpertunjukan wayang tersebut selesai, tapi kadang acarajuga dilanjutkan dengan pementasan reog yangroyaltinya lebih sedikit dari pada pementasan ketoprak.ANALISA DAN PEMBAHASANDusun Ngisor adalah sebuah dusun yang terletak didesa Kedung Putri. Desa Kedung Putri itu sendiriterbagi menjadi beberapa dusun yang biasanyadipisahkan sebuah gapura atau tugu pembatas.Keadaan goegrafis dusun Ngisor sangat berpotensiuntuk bidang pertanian. Oleh karena itu mayoritaswarga dusun Ngisor bermata pencaharian sebagaipetani. Rata-rata keadaan ekonomi dusun Ngisoradalah menengah kebawah. Tetapi, walaupun begitusetiap warga masyarakat tetap bersyukur atas apa yangtelah diperolehnya. Wujud rasa syukur itu dapatberupa tetap bekerja penuh semangat untuk memenuhikebutuhannya serta dengan mengadakan upacarabersih desa atau upacara sedekah bumi yang diadakansetiap tahun sekali menjelang bulan ramadhan tiba.Upacar tersebut selalu diadakan oleh masyarakat dusunKedung Putri selain sebagai bentuk rasa syukur atasnikmat Allah juga diadakan sebagai bentuk rasa hormatkepada Mbah Jayeng yang dipercaya sebagai orangpertama yang melakukan babad dusun kedung putri.Upacara sedekah bumi yang diadakan pada hari Jum’atPahing pada perhitungan pasaran jawa dan pada bulanSya’ban atau Ruwah juga menjadi suatu rutinitas yangsetiap tahun diadakan untuk menyambut datangnyabulan ramadhan. Sehari sebelum diadakan upacarabersih desa semua warga masyarakat mengadakanacara gotong royong membersihkan dusun. Lalusetelah dusun dirasa sudah bersih pada hari berikutnyamereka akan melekukan upacara bersih desa. Padaupacara terebut semua masyarakat berbondong-bondong datang ke punden dengan membawaambengan yang ditempatkan diencek (wadahberbentuk persegi yang terbuat dari pelepah pohinpisang). Ambengan tersebut berupa nasi gurih, laukpauk dan juga ketan putih. Kemudian merekamelakukan selamatan yang dipimpin oleh seorangsesepuh dusun (orang yang dituakan di dusuntersebut). Biasanya pemimpin upacara tersebut adalahornag yang sering menjadi modin saat acara kenduri.Jika semua warga sudah berkumpul dan ambengandikumpulkan modin mengucapkan ujub-ujub (kata-katamantra yang berupa do’a). Kemudian setelah itu wargabertukar ambengan yang sudah dido’akan oleh modintadi. Ada juga warga yang membawa kembang sekaruntuk disekarkan di makam Mbah Jayeng.Acara tersebut tidak selesai begitu saja. Tapi acaramasih akan dilanjutkan dengan pementasan wayangkrucil yang menjadi ciri khas upacara bersih desadusun Ngisor. Wayang krucil akan ditampilkan olehseorang dalang yang tadi menjadi modin pada saatacara selamatan.biasanya warga yang antusias denganpertunjukan tersebut adalah dari golongan orang tua.Kata mereka, dengan melihat pertunjukan tersebutmereka dapat bernostalgia mengenang masa mudanya.Kebanyakan kaum yang lebih muda menyukai acarasetelah pertunjukanwayang krucil selesai. Setelahpertunukan wayang tersebut selesai biasanya adapertunjukan reog yang diarak keliling kampung.Meskipun reog bukan kesenian asli warga dusun Ngisortapi mereka mementaskan pagelaran reog tersebutsebagai bentuk upaya pelestarian budaya. Kaum yanglebih muda ;ebi suka dengan pertunjukan reog inikarena dianggap lebih rancak dan dirasa lebihbersemangat. Namun, meski demikian mereka tetapmementaskan pertunjuukan wayang krucil setiap adaupacara sedekah bumi juga sebagai bentuk rasahormat mereka kepada leluhur mereka yang selalumementaskan wayang krucil pada setiap upacarasedekah bumi. Jenis upacara seperti ini perludilestarikan karena akan menopang budaya nasionalyang kian lama kian terkikis oleh adanya pengaruhbudaya barat yang menghilangkan identitas bangsakita. Dan juga sebagai alat untuk melestarikan budayaIndonesia agar budaya kita tidak diakui oleh bangsalain.